Perlukah Membeli Running Watch?

Perlukah membeli Running Watch?


Terkadang ada yang bertanya, "rekomendasi jam lari yang murah dong, yang cocok untuk pemula?" Nah, sebelum pertanyaan itu dijawab, ada pertanyaan yang lebih mendasar, "perlukah membeli jam lari?" atau "kapan kita perlu membeli jam lari?" mengingat harga jam lari yang tidak murah-murah banget, meski sekarang sudah ada juga sih jam lari dengan harga yang lebih terjangkau. 


Untuk menjawab pertanyaan ini, saya teringat saat awal berlari di pertengahan 2016, saya menggunakan handphone untuk merekam aktivitas lari saya. Saat itu saya menggunakan Endomondo, selain aplikasi ini juga masih ada aplikasi lain yang bisa dipakai, seperti Strava, Runkeeper, MapMyRun (pengganti Endomondo yang sudah bubar akhir tahun 2020), dan lainnya.


Pengalaman saya menggunakan handphone untuk merekam lari saya ya kadang enak kadang tidak. Enaknya ya tentu saja enggak perlu merogoh kocek yang dalam untuk bisa merekam aktivitas lari, apalagi saya (saat itu) gak ngerti-ngerti atau gak perlu-perlu amat sensor semacam heart-rate dan lainnya. Gak enaknya adalah saya mesti memastikan baterai handphone cukup sebelum, selama, dan setelah saya berlari. Semisal saya ingin lari selama satu jam, maka saya perlu memastikan baterainya cukup, terkadang saya lupa mengisi ulang baterai sehingga bikin agak males untuk lari di besok paginya (ya karena gak bisa kerekam aktivitas larinya). Soalan baterai ini penting karena sensor GPS-nya perlu terus aktif selama berlari, belum lagi bila ingin lebih akurat maka perlu juga mengaktifkan koneksi internet.


Gak enak yang kedua adalah soal kenyamanan. Saya menggunakan arm band di bahu kanan saya selama berlari untuk menyimpan handphone. Kenapa enggak disimpan di saku celana? Jawabannya karena suara alert atau pengingat tiap kilometer dan pace-nya tidak terlalu terdengar, apalagi jika sekitar kita sedang ramai suara. Memegang handphone malah lebih tidak nyaman, maka saya menggunakan arm band. Namun, karena berlari sekian puluh menit hingga sejam, maka seringkali arm band nya melorot karena keringat, jadi saat berlari beberapa kali mesti membetulkan posisi arm band


Gak enak yang ketiga adalah saya tidak bisa memantau current pace atau laju berlari saat itu, karena yang terdengar dari handphone adalah lap pace atau laju per kilometernya. Hal ini penting untuk membantu berlari di laju yang cenderung konstan dan tidak naik-turun drastis.


Tiga hal ini cukup menjadi alasan bagi saya untuk membeli jam lari, selain tentunya adanya berbagai fitur yang ada di jam lari. Saya masih bisa-bisa saja untuk berlari maksimal 10 kilo dengan menggunakan handphone, tapi karena tentu saja ingin mencapai jarak yang lebih tinggi, bergantung pada handphone dengan keterbatasan baterainya menjadi soalan. Tidak akan nyaman menggunakan handphone misalnya untuk jarak half-marathon yang memakan waktu bisa sampai dua jam bahkan tiga jam. 


Maka, bila ditanya perlukah membeli running watch atau jam lari, maka jawabannya adalah perlu, bila budget kita "tidak terbatas" ya tentu tak perlu pikir panjang, namun bila budget kita terbatas, maka belilah jam lari ketika:

  1. Sudah rutin lari, ini penting agar jam tidak mubazir. Bila kegunaannya hanya untuk menunjukkan jam, maka ada banyak jam dengan harga yang jauh lebih murah dan bagus. Bila untuk smart device saja, banyak pilihan smart watch yang memiliki kemampuan konektivitas dan fitur lebih baik, meski banyak jam lari pun memiliki beberapa fitur smart watch. Akan disayangkan apabila jam lari tidak sering dipakai, menjadi mubazir.
  2. Memiliki target jarak yang lebih jauh. Jika mengambil contoh saya sebelumnya, kalau targetnya adalah untuk lari belasan kilometer atau lebih, penggunaan jam lari akan lebih memudahkan dan memberi rasa lebih nyaman serta lebih diperlukan. Contoh lainnya adalah bila ingin menjajal trail running, karena akan lebih aman menggunakan jam lari serta ketahanan baterai yang lebih baik, karena trail running memiliki waktu tempuh lebih lama dibanding lari di jalanan dengan jarak yang sama.
  3. Ingin menggunakan fitur-fitur lain yang disajikan jam lari. Ambil contoh training plan, jam seperti Garmin, Suunto, Polar serta Coros, memiliki fitur personal training plan yang diberikan secara gratis, fitur training plan akan sangat bermanfaat bagi para pelari untuk mencapai targetnya. Fitur training plan sebetulnya disajikan juga oleh pengembang aplikasi seperti Strava, namun pengguna mesti membayar biaya berlangganan per bulan atau per tahun, yang apabila dihitung bisa lebih mahal dibanding membeli jam lari. Fitur latihan semisal interval training pun disajikan berbagai jam lari, fitur yang tidak selalu ada di aplikasi perekam aktivitas lari di handphone. Jam lari juga memberikan berbagai running metrics yang berguna bagi para pelari.
  4. Ada dananya. Ini penting selain ya perlu dana untuk membeli tetapi juga agar tidak memaksakan membeli jam lari sementara belum ada alokasi dananya. Ya untuk ini tentu saja kembali ke pilihan masing-masing.

Nah, beberapa alasan di atas mudah-mudahan bisa sedikit menjawab apakah perlu kita membeli jam lari, mengingat harganya yang kebanyakan tidak murah, maka perlu dipikirkan keperluan untuk membeli jam lari. Memiliki jam lari memang memberi banyak manfaat dan nilai plus, selain berbagai fitur yang ditawarkan, kita pun tidak perlu membawa handphone saat berlari. Saya pribadi tidak membawa handphone saat berlari bila jarak larinya hanya sekitar lima kilometer. 


Ada jawaban lain untuk pertanyaan perlukah kita membeli jam lari? Yuk beri jawabannya di kolom komentar.


***


Masih bingung mau beli jam lari yang mana? Baca saja pembahasan jam lari berikut:

No comments: