#67TahunCakNun

"Saya tahu apa gelar yang cocok buat saya," ujarnya di salah satu edisi Kenduri Cinta, "Bukan profesor, bukan kiai haji, bukan doktor. Gelar saya adalah Mbah."⁣⁣
⁣⁣
Media memang seringkali menyebutnya sebagai budayawan, ada pula yang menyematkan sebutan Kiai padanya. Namun, bagi anak-cucu beliau di Jamaah Maiyah, beliau adalah sosok "Mbah", sosok kakek, sosok ayah, yang mengayomi, menyayangi, dan mencintai anak-cucunya.⁣⁣
⁣⁣
Ini tentang cinta, ada kehangatan dan kelegaan saat beliau tiba di acara Maiyahan. Ada keteduhan dalam sorot matanya, dalam senyumnya, dalam ucapan, dan gurauannya. ⁣⁣
⁣⁣
Ini tentang cinta, ada rasa yang kuat yang masuk ke dalam hati kala beliau berkata, "I love you all!"⁣⁣
⁣⁣
Ini tentang cinta, dari cinta itulah lalu lahir, tumbuh, berkembang, dan menyebar berbagai kebaikan. ⁣⁣
⁣⁣
Ini pula tentang rendah hati, meski ribuan orang selalu memenuhi acara Maiyahan, ia tetap berkata bahwa ia bukanlah ustadz, bukan mursyid, ia tidak ingin memiliki pengikut atau umat, karena, "Aku ini umatnya Kanjeng Nabi (Muhammad), hanya beliau yang bisa memberi syafaat kelak."⁣⁣
⁣⁣
Ini tentang seorang yang selalu mengajak anak-cucunya untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya.⁣
Ini bukan tentang pengkultusan seseorang, ini adalah tentang rasa syukur atas adanya seorang manusia ruang, seorang manusia yang penuh cinta, seorang Mbah, yang bernama Muhammad Ainun Nadjib.⁣⁣

No comments:

Powered by Blogger.