Tentang Penundaan Lomba Lari Itu...



Seberapa besar kerugian akibat ditundanya (atau bahkan dibatalkannya) acara lomba lari?

Pertama, tentu saja kerugian finansial, memang ada kebijakan pengembalian dana 100%, namun dana pembelian tiket perjalanan (kereta maupun pesawat) dan penginapan tentu tidak tertutupi. Belum lagi kasus pelari membeli slot melalui promo fiesta poin Bank Mandiri, tentu harusnya ada kebijakan tersendiri. Banyak komunitas lari dari luar Jakarta yang merugi, ada puluhan pelari dari Sulawesi misalnya yang merugi karena tiket pesawat dan penginapan sudah dibayar, begitu juga dua puluhan pelari dari Bandung yang merugi soal tiket kereta api dan penginapan, belum lagi mereka yang berasal dari luar negeri, seperti Malaysia ataupun lainnya.

Kedua, buyarnya program latihan yang telah disusun para pelari, utamanya mereka yang mengambil kategori Half Marathon (21.1 KM) dan Full Marathon (42.195 KM). Program latihan biasanya disusun dan dilakukan berbulan-bulan sebelum acara, pekan-pekan terakhir ini bahkan telah memasuki fase Tapering (mengurangi beban latihan). Para pelari biasanya mempunyai target untuk mencetak rekor pribadi (Personal Record / Personal Best) atau setidaknya catatan waktu tertentu dalam setiap acara. Susah payah berlatih demi meraih hasil maksimal pun akhirnya gagal.

Ketiga, kerugian berupa kesempatan mengikuti lomba lari, mengingat selain Jakarta City Marathon, di waktu yang sama atau berdekatan ada Jakarta Marathon, Goat Run Trail Running, Herbalife Bali Internasional Triathlon, dan lain-lain, beberapa lomba lari di bulan November atau Desember pun sudah menutup periode pendaftarannya.

Jakarta City Marathon diumumkan awal Maret 2018, digagas bersama-sama oleh Aliansi Komunitas Lari Jakarta (AKLJ), Bank Mandiri, dan didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, disebutkan pula waktu pelaksanaannya yang hanya seminggu sebelum Jakarta Marathon. Jakarta Marathon sendiri merupakan lomba lari yang diadakan sejak 2013, namun tidak sedikit komentar dan cerita negatif terkait penyelenggaraannya, maka Jakarta City Marathon pun menjadi harapan akan adanya acara lari berskala internasional di Jakarta dengan penyelenggaraan yang baik. Maka sejak awal, adanya Jakarta City Marathon begitu disambut antusias. Namun, harapan itu pupus tiga hari sebelum acara, antusiasme berganti kekecewaan padahal pengambilan paket lomba telah dimulai sejak Rabu (17 Oktober) hingga Sabtu (20 Oktober) besok.

Keterangan resmi penundaan Jakarta City Marathon, diambil dari www.mandirijakartacitymarathon.com


Alasan penundaan "..memastikan kondisi rute benar-benar baik dan nyaman bagi pelari.." merupakan alasan yang konyol, padahal Mesarace selaku Race Organiser (RO) bukanlah RO kemarin sore (saya meyakini kesalahan bukan di pihak Mesarace), maka alasan demikian begitu tidak masuk akal. Penundaan ini janggal memang, dan sangat mendadak. Selain pengambilan paket lomba sedang dilakukan, hal lain seperti akun Instagram Jakarta City Marathon pun sempat mengunggah foto pengingat tiga hari menuju acara, begitu pun para sponsor seperti 910 Sportswear yang bahkan telah merilis jersey dan sepatu edisi Jakarta City Marathon.

Asumsi-asumsi pun muncul, selain dugaan tidak mengantongi izin keramaian, dugaan lain muncul yakni bersinggungan dengan pelaksanaan Jakarta Marathon yang digelar sepekan setelahnya. Menariknya, akun Instagram Jakarta Marathon dan Inspiro selaku Race Organiser mematikan kolom komentarnya.

***

Race sejatinya ibarat pertandingan atau kompetisi di olahraga semisal Sepakbola, penundaan tentu berdampak pada kondisi mental dan fisik yang telah dipersiapkan. Peak performance yang diharapkan tercapai pada saat hari-H pun urung terjadi. Selain itu, sebagian pelari memiliki target kategori lomba mana saja yang akan diikuti dalam setahun, juga pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Penundaan ini menjadi ramai karena hanya tiga hari sebelum acara, masih dapat dipahami andaikan penundaan ini terjadi karena beberapa bulan sebelum acara, saat dana tiket perjalanan dan penginapan pun masih dapat dikembalikan. Penundaan dengan tidak adanya kepastian tanggal (hanya disebutkan Desember) pun menjadi pertanyaan, karena pada Desember sudah ada race lain seperti 2XU Compression Run Indonesia 2018, Superball Run 2018, Pertamina Eco Run 2018, dan lain-lain.

Kini, barangkali para pelari selain melakukan proses pengembalian dana, hanya bisa berlari-lari di menikmati panasnya Jakarta di area Car Free Day, seperti informasi yang beredar di sosial media.

No comments:

Powered by Blogger.